ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Dalam pengolahan tanaman obat atau tanaman herbal terdapat cara-cara yang harus digunakan secara khusus. Perebusan umumnya dilakukan dalam pot tanah, pot keramik, atau panci email. Pot keramik dapat dibeli di toko obat tradisional Tionghoa. Panci dari bahan besi, aluminium, atau kuningan sebaiknya tidak digunakan untuk merebus. Hal ini perlu diingat karena bahan tersebut dapat menimbulkan endapan, konsentrasi larutan obat yang rendah, terbentuknya racun, atau menimbulkan efek samping akibat terjadinya reaksi kimiadengan bahan obat.
Gunakan air yang bersih untuk merebus, sebaiknya digunakan air tawar, kecuali ditentukan lain. Cara merebus bahan sebagai berikut. Bahan obat dimasukan kedalam pot tanah. Masukan air sampai bahan terendam seluruhnya dan permukaan air berada sekitar 30 mm di atasnya. Perebusan di mulai bila air telah meresap kedalam bahan ramuan obat.
Lakukan perebusan dengan api sesuai petunjuk pembuatan. Apabila nyala api tidak ditentukan, biasanya perebusan dilakukan dengan api besar sampai airnya mendidih, selanjutnya api di kecilkan untukmencegah air rebusan meluap atau terlalu cepat kering. Meski demikian ,adakalanya api besar dan api kecil digunakan sendiri – sendiri sewaktu merebus bahan obat. Sebagai contoh, obat yang bekhasiat tonik umumnyadirebus dengan api kecil sehingga zat berkhasiatnyan dapat secara lengkap
dikeluarkan dalam air rebusan. Demikian pula tumbuhan obat yang mengandung racun perlu direbus dengan api kecil dalam waku yang agak lama sekitar 3-5 jam untuk mengurangi kadar racunnya. Nyala api yang besar digunakan untuk ramuan obat yang berkhasiat mengeluarkan keringat, serperti ramuan obat untuk influenza atau demam hal ini di maksud agar pendidihan menjadi cepat dan penguapan berlebihan dari zat yang merupakan komponen aktif tumbuhan dapat di cegah.
Apabila tidak di tentukan khusus, perebusan di anggap selesai ketika air rebusan tersisa setengah dari jumlah semula. Namun, jika bahan obat yang direbus banyak yang keras seperti biji, batang dan kulit kayu maka perebusan selesai setelah air tersisa sepertiganya. Berikut ini cara perebusan yang sedikit berbeda dari cara konvensional yang telah di uraikan diatas karena adanya bahan – bahan yang memerlukan perlakuan khusus.
1) Direbus terlebih dahulu. Dilakukan bila ada bahan obat yang besar atau keras dan sukar diekstrak seperti kulit kerang atau bahan mineral. Bahan tersebut perlu dihancurkan dan direbus terlebih dahulu 10 menit sebelum bahan lain dimasukan.
2) Direbus paling akhir. Dilaksanakan bila ada bahan obat yang mudah menguap atau bahan aktifnya mudah terurai. Contohnya peppermint, akar costus atau bahan pewangi. Bahan tersebut biasa dimasukan paling akhir, kira – kira 4 -5 menit menjelang rebusan obat siap diangkat.
3) Direbus dalam bungkusan. Beberapa bahan obat harus dibungkus terlebih dahulu dalam kain sebelum di rebus untuk mencegah timbulnya kekeruhan, lengket, dan terbentuknya bahan yang dapat menimbulkan iritasi pada tenggorokan.
4) Dididihkan perlahan-lahan atau direbus terpisah. Maksudnya untuk menghindari rusaknya zat berkhasiat atau terserapnya zat tersebut bila direbus dengan bagan lain. Contohnya ginseng. Bahan ini perlu di iris tipi- tipis kemudian direbus terpisah dalam pot tertutup dengan api kecil selama 2 – 3 jam.
5) Dilarutkan dengan penyeduhan. Dilakukan bila ada obat yang lengket, kental atau mudah terurai bila direbus terlalu lama dengan bahan obat lainnya, atau mudah melekat di dinding pot maupun di
bahan obat lain sehingga keluarnya zat aktif obat lain terhambat. Contohnya gelatin kulit keledai. Bahan tersebut dimasukan kedalam cangkir terpisah, lalu di seduh dengan air rebusan obat.

0 Response to "Sekelumit Cara Merebus Tanaman Obat (Herbal)"
Posting Komentar